Impor Kaltim Periode Januari-Maret Meroket 72,36 Persen

Nilai impor berbagai komoditas untuk Provinsi Kalimantan Timur dari sejumlah negara penghasil pada periode Januari-Maret 2018 mengalami peningkatan 72,36 persen, dari 626,49 juta dolar AS pada Januari-Maret 2017 menjadi 1,07 miliar dolar.

Komoditas yang diimpor oleh Kaltim sebesar 1,07 miliar dolar itu setara dengan Rp14,79 triliun dengan catatan tiap dolar AS rata-rata sama dengan Rp13.700.

“Komoditas yang diimpor Kaltim pada triwulan pertama 2018 adalah bahan bakar mineral senilai 795,11 juta dolar, terjadi peningkatan 76,07 persen ketimbang periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 451,58 juta dolar,” ujar Atqo Mardiyanto selaku Kepala BPS Provinsi Kaltim di Samarinda, Minggu (6/5/2018).

Bahan bakar mineral yang diimpor tersebut terdiri dua jenis, yakni migas senilai 794,63 juta dolar dan nonmigas migas senilai 480 ribu dolar AS. Sedangkan komoditas nonmigas selain bahan bakar mineral yang diimpor antara lain reaktor nuklir, ketel, mesin dan peralatan mekanis senilai 148,2 juta dolar, naik 92,74 persen ketimbang triwulan pertama 2017 yang hanya senilai 76,89 juta dolar.

Kemudian impor kendaraan selain yang bergerak di atas rel kereta api dengan nilai 29,69 juta dolar, terjadi kenaikan 54,24 persen ketimbang periode sebelumnya yang tercatat 19,25 juta dolar.

Berikutnya impor karet dan barang dari karet senilai 24,77 juta dolar, impor pupuk senilai 17,67 juta dolar, aneka barang dari besi atau baja 21,73 juta dolar, mesin serta perlengkapan elektrik dan bagiannya 12,67 juta dolar. Impor instrumen dan aparatus optis, fotografi, sinematografi dan aksesorisnya 5,71 juta dolar, serta impor bahan peledak dan preparat mudah terbakar tercatat 4,1 juta dolar.

Negara penghasil yang komoditasnya diimpor Kaltim pada Januari-Maret 2018 antara lain untuk migas berasal dari Nigeria dengan nilai 246,54 juta dolar, dari Libyan 123,73 juta dolar, dari Turki 61,34 juta dolar, Malaysia 59,25 juta dolar, dan impor migas dari Korea Selatan senilai 105,94 juta dolar.

“Sedangkan impor nonmigas antara lain dari Singapura tercatat 34,24 juta dolar, Malaysia 24,42 juta dolar, Tiongkok 59,6 juta dolar, Jepang 24,49 juta dolar, Australia 30,72 juta dolar, Jerman 18,46 juta dolar, dan impor nonmigas dari Sweden dengan nilai 8,19 juta dolar,” pungkas Atqo. (HYS/Ant)

Warta Ekonomi.co.id, Samarinda
Penulis: ***
Editor: Hafit Yudi Suprobo
Foto: Didik Suhartono