Dana Wealth Management Bank Akan Bisa Dibelikan Saham

Regulator perbankan China pada hari Jumat (19/10/2018) mengatakan pihaknya berencana mulai mengizinkan dana dari produk yang dijual secara publik oleh anak usaha wealth management bank untuk langsung diinvestasikan di saham.

Saat ini, hanya dana kumpulan dari produk wealth management bank yang dijual secara tertutup yang bisa diinvestasikan di bursa saham China.

Pengumuman dari Komisi Regulator Perbankan dan Asuransi China (China Banking and Insurance Regulatory Commission/CBIRC) yang sudah lama ditunggu-tunggu itu muncul ketika saham China diperdagangkan di level terendah selama nyaris empat tahun karena kekhawatiran aksi jual paksa (forced selling).

Saham di bursa-bursa China daratan turun setelah penindakan berkepanjangan terhadap risiko-risiko yang menyerang banyak institusi keuangan, yang mengelola dana dari produk wealth management (WMP).

CBIRC mengumumkan perubahan kebijakan dalam naskah peraturan yang mengizinkan bank-bank mendirikan anak usaha wealth management guna memperkuat manajemen risiko. Regulator menginginkan masukan dari naskah tersebut, yang tidak menyebutkan persentase dana WMP yang bisa diinvestasikan ke saham.

Li Qilin, Kepala Ekonom Lianxun Securities di Beijing, mengestimasi maksimal 20% dana WMP bisa diinvestasikan ke dalam saham. Ia menambahkan bahwa beberapa kendala bisa membatasi potensi jumlahnya.

“WMP bank menargetkan investor dengan toleransi risiko rendah dan banyak dari produk-produk itu yang bersandar pada manajemen uang tunai,” kata Li, dilansir dari Reuters. “Kemungkinan tidak ada investasi besar di aset ekuitas berisiko tinggi dan bergejolak tinggi yang bisa memicu fluktuasi nilai dana yang besar.”

Jumlah WMP berada di 29,54 triliun yuan (Rp 64.712 triliun) pada akhir tahun 2017, menurut data resmi.

Entitas wealth management yang diluncurkan oleh bank-bank China akan diminta untuk mengesampingkan dana cadangan risiko, menurut naskah peraturan.

Modal minimal yang didaftarkan untuk anak usaha wealth management bank adalah 1 miliar yuan, sementara ketentuan investasi minimal bagi para investor di produk yang dijual oleh para entitas itu sudah dihapuskan.

Banyak bank China yang telah meluncurkan anak usaha wealth management saat Beijing meningkatkan pengetatan cara investasi dana dari WMP.

Naskah peraturan menyebutkan investasi anak usaha wealth management bank dalam aset utang non-standar, biasanya merujuk pada pinjaman bayangan, tidak bisa melebihi 35% dari modal bersih produk WMP.

Regulasi tersebut mendorong bank-bank komersial untuk menarik investasi dari institusi keuangan asing ke dalam anak usaha wealth management mereka.

Beberapa peraturan “seperti melonggarkan pengendalian,” kata seorang narasumber di departemen wealth management sebuah bank besar milik negara.

“Semuanya nampak seperti mendongkrak kepercayaan pasar sekarang ini,” katanya. (cnbcindonesia.com)