Bagaimana Cara Membuat Take Profit?

Bagaimana cara membuat Take Profit?

Ada dua order spesial untuk menutup sebuah trade: Take profit order atau TP dan Stop Loss order atau SL. Keduanya membuat hasil trading jadi lebih terprediksi dan menguntungkan. Kita telah menjelaskan mengenai SL di artikel sebelumnya, simak lagi di sini.

Di sini, kita akan menjelaskan apa Take Profit itu dan bagaimana cara menempatkannya untuk profit yang maksimal.

Mirip seperti Stop Loss, Take Profit adalah sebuah order keluar. Bedanya SL membatasi kerugian trader dalam berdagang, dan TP mengindikasi sebuah harga menguntungkan tertentu dan akan menutup otomatis. Dalam kata lain, TP adalah target untung. Anda harus menetapkan TP pada level di mana anda mengharapkan sebuah harga. Jika anda beli, TP akan diatas harga saat itu, dan sebaliknya jika anda jual.

Walau de trading anda brilliant, jika salah menetapkan TP, anda bisa tidak dapat keuntungan yang seharusnya anda bisa.

Setiap trader harus tau bagaimana cara menetapkan TP. Ada beberapa strategi bagaimana caranya.

I. Support dan Resistance

Lihat di grafik, anda akan melihat biasanya sebuah harga susah melabrak support atau resistance. Seringkali setelah berusaha sebuah harga akan berbalik dan berubah di arah sebaliknya. Jadi level resistance dan supporit akan membantu anda untuk menempatkan TP yang terbaik, itulah mengapa ini strategi terpopular menurut traders.

  • Resistance

1. Resistance
2. Tingkat masukan sebelum uptrend.
3. Tingkat Take Profit<

Pertama, cari tingkat resistance. Lalu berdasarkan ini, anda bisa menempatkan TP order. Seperti yang anda lihat, kita menempatkan level TP sedikit di bawah resistance. Kita sangat menganjurkan anda untuk menempatkan TP sedikit dibawah level resistance, karena kemungkinan anda bisa mencapai level ini dan anda bisa menutup posisi dengan profit lebih tinggi

  • Support

1. Support.
2. Tingkat masukan sebelum downtrend.
3. Tingkat Take Profit

Jika anda melihat trend menurun, carilah tingkat support. Bertentangan dengan resistance, TP level harus beberapa pips di atas dukungan.

Catatan: Support dan Resistance level bisa ditampilkan tidak hanya dengan garis horizontal yang menandai pasang surut sebelumnya, tapi juga bisa dengan garis dan saluran, juga pivot dan level Fibonacci.

Cara lain untuk mengidentifikasi level TP yang baik adalah dengan tingkat level harian. Indikator tingkat rata-rata (ATR) akan bantu anda.

ATR mengukur votalitas yang sebuah pair alami saat waktu tertentu. Ini memberikan rata-rata pergerakan dan menunjukan jumlah pips dimana pair ini diantisipasikan untuk bergerak.

Akan menjadi lebih jelas jika anda lihat grafik.

1. Tingkat ATR.
2. Masukan dalam Posisi Buy.
3. TP yang setingkat dengan level ATR.

Temukan nilai indikator ATR pada saat anda memasuki trade. Lalu tambahkan nilai ini pada masukan harga dan anda akan mendapat level untuk menempatkan TP anda.

Tetap ingat ada banyak faktor yang mempengaruhi harga dalam sehari. ATR menunjukan pegerakan yang historikal, yang sebenarnya bisa berbeda.

III. Pola grafik

Banyak pola grafik yang menyarankan tingkat target spesifik yang bisa digunakan untuk penempatan TP.

Mari pelajari contoh pola “Double Top”

1. Masukan pada posisi sell (patahan di bawah neckline.).
2. Ukuran pola – jarak antara 1 (the neckline) dan 2 (the peak/puncak)
3. TP yang sama dengan ukuran pola.

Banyak pola grafik yang mempunyai target yang terprojeksi dari level masukkan yang mengarah ke trade (bawah ketika Sell, dan atas ketika Buy). Target biasanya sama dengan ukuran pola, jadi level 3 adalah di mana trader akan taruh TP. Ini benar untuk Triple Tops/Bottoms, Head and Shoulders, Rectangular, dsb.

Perbandingan Untung-Rugi

Ketika anda menempatkan TP, anda harus pertimbangkan rasio Untung/Rugi. Ini mengukur berapa banyak profit seorang trader antisipasi  saat menukar resiko kerugian yang terbatas. Secara umum, rasio terbaik adalah 1:3, jadi keuntungannya akan 3 kali lebih besar dari ruginya. Contoh, jika SL anda 50 pips, TP anda harus 150 pips.

Tapi di kasus tertentu, rasio Untung/Rugi bisa terjadi. Contoh, jika anda trade pada perpatahan sebuah level, anda bisa gunakan rasio 1:5 karena bisa-bisa patahan yang salah terjadi dan anda mau perlindungan lebih.

Nasihat untuk traders.

Seringkali walaupun a trader menempatkan TP order yang baik, ia tetap kalah. Mengapa? Karena sangat penting untuk mengikuti strategi anda dan tidak buat kesalahan yang merugikan.

a. Sabar dan jangan pindahkan TP mendekat ke masukan harga ditengah-tengah waktu trading.
b. Jangan tutup posisi terlalu cepat agar anda tidakperbolehkan TP meraih target.
c. Hati-hati dalam menganalisa market. Gunakan algoritme analisa market.
d. Jangan gunakan prediksi anda berbasis grafik jangka pendek, ini bisa mengarah ke kesalahan. Biasanya sebuah trend atau pembalikan pada grafik jangka pendek tidak mempengaruhi tujuan pair secara umum. Traders biasanya gunakan H4 dan grafik harian.
e. Jangan menebak level TP, atau anda kalah. Dasarkan perkiraan anda pada analisis teknikal dan fundamental.

Untuk penutupan, sangatlah penting untuk menempatkan Take Profit. Take Profit membantu mengeliminasi efek kehancuran pada trading anda seperti anda harus merencakan TP pada saat masuk. Salah satu strategi TP yang popular adalah mengunakan level resistance/support sebagai target profit. Namun, ingatlah anda selalu bisa untung hanya dengan strategi anda sendiri dan perkiraan anda yang akurat pada analisa market.